Porosrakyatnews.id – Jeneponto | Jembatan darurat Ta’binjai penghubung kecamatan Tamalatea dan bontoramba ini tumbang dan terbawa arus banjir akibat hujan deras yang terjadi pada malam Jumat kemarin, Sabtu (01/10/22)
Jembatan darurat yang selama ini digunakan warga sebagai akses sementara ini karena adanya pembangunan Jembatan sementara proses dikerjakan.
menurut warga setempat akibat tumbangnya jembatan darurat dikarenakan hujan deras hingga air membawa tumpukan sampah dan batang pohon yang besar sehingga jembatan tidak bisa menahannya, ungkapnya.
Salah satu pendamping teknik Jembatan Ta’binjai Kr Leo, saat dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan bahwa tumbangnya jembatan sementara itu diakibatkan tumpukan sampah. iya, Memang terlihat banyak sampah, bahkan tumpukan sampah itu mulai sore sudah tertahan di tiang-tiang jembatan yang panjangnya sampai ke cekungan sungai yang diketahui sekitar 50 meter dari jembatan. Jelas Kr.Leo
Diketahui anggaran jembatan sementara itu senilai 30 juta dan menggunakan material, batang pohon kelapa, bambu, balok dan pipa besi.
Ditemui, Pak Vicky sebagai penanggungjawab dilokasi pekerjaan mengatakan, bahwa memang benar tumpukan sampah yang sudah berusaha dilepas dari tiang jembatan tak mampu lagi ditampung dan tidak lolos karena adanya batang pohon yang tersangkut adalah penyebab utama rangkaian jembatan terbawa arus banjir.
Diketahui Sekertaris DPD Lembaga poros rakyat Subair, bersama anggota tim pencari fakta yang ikut menemui Pak Vicky juga mempertanyakan soal nama petugas K3 dan anggarannya.
Menurut Pak Vicky memang petugas K3 disini saya akui hanya sekali ketemu dan saya sepakat jika dikatakan tidak ada penerapan manajemen K3.
Lanjut Subair, betapa mirisnya proyek pembangunan jembatan ini kalau memang petugas K3 tersebut jarang kelokasi dan menurutku petugas K3 itu wajib aktif dilokasi karena dia mempunyai tugas tanggungjawab dan itu wajib karena K3 itu punya juga anggaran, tutur Subair.
Media group poros rakyat