SAQBIE Forum 2026 Resmi Dibuka, Pemprov Sulbar dan BI Fokus Akselerasi Hilirisasi Ekonomi

MAMUJU | POROSRAKYATNEWS.ID – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulbar resmi membuka Sandeq Business, Investment and Economic (SAQBIE) Forum 2026 di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Senin (29/6).

Forum tahunan yang mengusung tema “Percepatan Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Stabilitas, dan Daya Saing Ekonomi Sulawesi Barat” ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah, investor, dan pelaku usaha untuk menyatukan visi dalam menggerakkan ekonomi daerah di tengah tantangan global.

Membuka acara mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Dr. Junda Maulana, M.Si., menegaskan bahwa ekonomi daerah saat ini berada pada jalur yang positif dengan capaian pertumbuhan sebesar 5,3 persen.

​”Di tengah kondisi global yang tidak menentu, capaian ini adalah sinyal optimisme. Kita memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Kuncinya saat ini adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Dr. Junda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, menyoroti pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menekankan bahwa dinamika geopolitik dunia menuntut kewaspadaan, namun BI berkomitmen penuh mendampingi Pemprov Sulbar.

​”Strategi kami berfokus pada dua hal: menjaga inflasi tetap rendah dan memperkuat sektor riil,” jelas Eka Putra. Menurutnya, stabilitas harga menjadi fondasi utama yang didukung melalui pembinaan intensif terhadap kelompok tani dan nelayan, yang merupakan garda terdepan ketahanan pangan di Sulbar.

​Data menunjukkan sektor perkebunan masih mendominasi struktur ekonomi Sulbar dengan kontribusi mencapai 47–48 persen, sementara industri pengolahan baru menyumbang 11–12 persen. Diskusi dalam SAQBIE Forum 2026 ini menitikberatkan pada urgensi hilirisasi untuk mengubah pola ekspor dari komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

​”Hilirisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan agar produk unggulan kita memiliki daya saing lebih kuat di pasar domestik maupun internasional,” tambah Dr. Junda.

Melalui rangkaian diskusi panel dan business matching yang berlangsung sepanjang hari, forum ini diharapkan mampu membuahkan kesepakatan bisnis yang konkret bagi para investor dan pelaku usaha lokal.

​Mengakhiri sambutannya, Dr. Junda menekankan pentingnya semangat kerja keras untuk mewujudkan visi daerah. “Mari kita jadikan SAQBIE Forum 2026 sebagai titik awal kemajuan. Bersama-sama, kita wujudkan Sulawesi Barat yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.

​Hadir dalam pembukaan tersebut jajaran pejabat daerah, perwakilan instansi vertikal, tokoh dunia usaha, serta kalangan akademisi yang antusias merumuskan peta jalan ekonomi Sulbar ke depan.

Laporan : Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List