Kekeringan Landa Sidrap,camat watang sidenreng antusias tetap panen

SIDENRENG | POROSRAKYATNEWS.ID – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Sulawesi Selatan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dari total luas lahan pertanian sekitar 15.000 hektare, sekitar 20 persen atau seluas 3.000 hektare dilaporkan mengalami gagal panen akibat krisis pasokan air irigasi.

​Kendati demikian, Camat Watang Sidenreng, Andi Saipullah Tenri Tatta, S.IP., mengungkapkan bahwa para petani tetap menunjukkan semangat tinggi dan berupaya maksimal untuk menyelamatkan sisa hasil pertanian mereka.

“Alhamdulillah, kalau bumi agak susah karena kekeringan, tapi kita lalui dengan baik. Sekitar 20 persen yang mengalami gagal panen, sementara 80 persen masih bisa dipanen karena jangkauan air irigasi masih menjangkau wilayah tersebut,” ujar Andi Saipullah saat ditemui di kantornya, Jalan Poros Sengkang No. 10, Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Jumat (23/10/2026).

Di tengah tantangan cuaca ekstrem ini, pihak pemerintah kecamatan terus beradaptasi dengan mendukung penuh program pemerintah daerah guna menggenjot frekuensi tanam. Jika sebelumnya para petani hanya mampu menanam padi sebanyak dua kali dalam setahun, kini pemerintah mendorong peningkatan menjadi tiga kali dalam setahun.

​Strategi ini dinilai krusial sebagai langkah antisipatif untuk menutup kerugian yang dialami petani akibat gagal panen sekaligus mendongkrak total produksi pertanian di Kabupaten Sidrap.

​”Kalau dulu sawah hanya ditanam dua kali setahun, sekarang kita dorong program baru: tiga kali tanam dalam setahun. Ini strategi agar produksi pertanian kita terus meningkat dan kesejahteraan petani terjaga,” jelasnya

Selain masalah kekeringan, Camat Watang Sidenreng juga memastikan bahwa wilayahnya aman dari ancaman kebakaran lahan pertanian. Berdasarkan catatan pihak kecamatan, insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya hanya menyasar kawasan pemukiman warga dan tercatat nihil di area persawahan.

​Kondisi tersebut tidak terlepas dari tingginya kesadaran serta solidaritas warga setempat dalam menjaga keamanan lingkungan selama musim kemarau. Imbauan kewaspadaan secara rutin disiarkan melalui rumah-rumah ibadah maupun lingkungan sekitar.

​”Kita terus menjaga kesadaran warga. Baik di masjid maupun lingkungan, pesan kehati-hatian selalu disampaikan. Musim kemarau memang kering, tapi berkat gotong royong warga, cepat berlalu dengan selamat,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah kecamatan berharap dukungan infrastruktur irigasi dan percepatan program tanam tiga kali setahun dapat terus berjalan beriringan. Dengan demikian, ketika curah hujan kembali normal, produktivitas sektor pertanian di Watang Sidenreng dapat melonjak signifikan dan dampak kerugian akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir secara optimal.

Laporan: Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List