GOWA | POROSRAKYATNEWS.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di Kabupaten Gowa mulai memicu keresahan masyarakat, khususnya para petani dan nelayan. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat, 10 April 2026, dua SPBU di jalan poros Gowa-Takalar, yakni SPBU Tanetea Lama dan SPBU Limbung, tampak sepi dari aktivitas petani yang biasanya mengambil solar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan turunnya tim pemeriksaan dari Mabes Polri ke wilayah tersebut. Ironisnya, saat isu pemeriksaan mencuat, aktivitas pengisian solar menggunakan jerigen yang biasanya ramai justru menghilang seketika.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Muncul dugaan bahwa selama ini jerigen-jerigen yang dilayani di SPBU tersebut bukanlah milik petani atau nelayan, melainkan milik para pelangsir atau mafia solar.
”Kalau memang diperuntukkan bagi petani, kenapa saat ada kabar pemeriksaan malah tidak ada yang berani ambil? Ini menguatkan dugaan bahwa selama ini yang dilayani adalah mafia, bukan petani kecil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya
Sesuai regulasi pemerintah, solar bersubsidi diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan. Namun, kenyataan di Kecamatan Bajeng dan wilayah Limbung justru berbanding terbalik. Banyak petani mengeluh kesulitan mendapatkan hak mereka, sementara dugaan praktik “melansir” untuk kepentingan mafia justru dibiarkan tumbuh subur sebelumnya.
Masyarakat menyoroti dua titik utama:
• SPBU Tanetea Lama: Diduga selama ini lebih mengutamakan mafia solar daripada kebutuhan riil masyarakat petani.
•SPBU Limbung: Mengalami kondisi serupa di mana tidak terlihat adanya aktivitas petani yang dilayani dengan layak.
Masyarakat meminta agar pihak SPBU tidak sekali-kali mempersulit petani dalam mendapatkan solar bersubsidi. Solar tersebut adalah hak rakyat kecil untuk menyambung hidup dan mengelola lahan pertanian mereka, bukan untuk diperjualbelikan secara ilegal demi keuntungan segelintir oknum.
Diharapkan dengan turunnya tim pemeriksaan, praktik mafia solar di wilayah Gowa dapat diberantas hingga tuntas. Petani meminta transparansi dan keadilan agar distribusi BBM bersubsidi kembali tepat sasaran.
Laporan: M. Syahri























