SIDRAP | POROSRAKYATNEWS.ID – Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, kini resmi menyandang predikat sebagai “Gerbang Emas” kuliner di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Transformasi luar biasa ini merupakan hasil dari visi jangka panjang Kepala Desa Kalosi, Abd Malik, yang telah merintis pusat ekonomi kreatif ini sejak tahun 2020.
Enam tahun lalu, kawasan di jalur poros Kalosi hanyalah lahan kosong yang tidak produktif. Namun, melalui pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran serta kolaborasi apik dengan BUMDes Kalosi Mandiri, Abd Malik berhasil menyulap wajah desa lewat kehadiran Kalosi Culinary Park.
Kini, setiap sore hingga malam hari, kawasan tersebut bertransformasi menjadi pusat keramaian dengan 28 lapak kuliner yang aktif beroperasi. Pengunjung dapat menikmati berbagai menu andalan khas Bugis-Sidrap, mulai dari
“Nasi Palekko yang pedas menggugah selera, Konro Bakar dan jajanan tradisional seperti Jalangkote serta Barongko dan Kopi Racikan dan aneka kue tradisional sebagai pelengkap waktu bersantai.
”Dulu warga harus ke Pangkajene kalau mau sekadar nongkrong. Sekarang Kalosi ramai tiap malam, ekonomi berputar di desa sendiri,” ujar Abd Malik saat ditemui pada Selasa (6/5/2026).
Dalam kurun waktu enam tahun, rintisan ini telah membuahkan hasil nyata yang melampaui sekadar tempat makan. Berikut adalah beberapa indikator kesuksesan Kalosi Culinary Park
Kunci keberhasilan Desa Kalosi terletak pada pendampingan yang intensif. Pemerintah Desa (Pemdes) tidak hanya menyiapkan infrastruktur fisik, tetapi juga membekali para pedagang dengan kemampuan manajerial modern.
Pemdes memfasilitasi pelatihan kemasan produk, pengurusan sertifikasi halal gratis, hingga strategi promosi digital melalui media sosial.
”Pak Desa yang mengurus kami agar bisa ikut pelatihan di Dinas Koperasi Sidrap. Sekarang jualan kami tidak hanya laku di tempat, tapi juga banyak pesanan lewat online,” ungkap Hj. Ros, salah satu pedagang Palekko senior di kawasan tersebut.
Menatap sisa tahun 2026, Abd Malik menargetkan pengembangan fasilitas yang lebih lengkap. Rencana perluasan area mencakup pembangunan panggung kreativitas UMKM, perbaikan fasilitas umum seperti toilet, serta penerapan sistem pembayaran digital QRIS untuk seluruh tenant.
Target besarnya jelas: menjadikan Kalosi sebagai ikon wisata kuliner utama di wilayah timur Kabupaten Sidrap.
”Enam tahun kami rintis dari nol. Ini adalah ‘Gerbang Emas’ untuk ekonomi warga. Kami membuktikan bahwa desa bisa mandiri jika potensi lokal dikelola dengan serius dan konsisten,” pungkas Abd Malik dengan optimis.
lp; Bdm
























