Krisis BBM Subsidi dan Gas Elpiji 3 Kg Melanda Poros Gowa-Takalar, Warga Desak Pemkab dan Pertamina Bertindak

GOWA | POROSRAKYATNEWS.ID – Tiga komoditas energi bersubsidi yang menjadi penopang utama aktivitas masyarakat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengalami kelangkaan parah dalam beberapa hari terakhir. Solar bersubsidi, bahan bakar Pertalite, dan gas Elpiji 3 kg dilaporkan sulit ditemukan di sepanjang poros Gowa-Takalar, memicu keresahan luas di kalangan petani, pelaku usaha kecil, hingga ibu rumah tangga.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun, stok bahan bakar jenis solar dan Pertalite dilaporkan cepat habis dalam hitungan jam. Sejumlah SPBU bahkan terpaksa memasang papan pengumuman bertuliskan “Solar Habis” dan “Pertalite Kosong” sejak pagi hari. Kondisi serupa juga terlihat di tingkat pangkalan dan warung pengecer, di mana tabung gas melon bersubsidi tampak kosong melompong.

Dampak kelangkaan ini langsung dirasakan oleh sektor pertanian yang tengah memasuki musim tanam. Para petani mengaku kesulitan mengoperasikan mesin Traktor karena pasokan solar di tingkat penyalur terputus.

​”Sudah 3 hari saya keliling cari solar. Traktor di sawah mangkrak karena tidak ada BBM. Kalau begini terus bagaimana mau tanam,” ungkap Ahmad (42), seorang petani asal Kecamatan Pallangga.

Keresahan serupa dirasakan oleh para pedagang kecil dan ibu rumah tangga. Rini, seorang pengecer Elpiji 3 kg di Kecamatan Somba Opu, menyebutkan bahwa pasokan gas ke tempat usahanya telah terhenti selama dua hari berturut-turut tanpa penjelasan yang pasti dari agen penyalur.

​”Biasanya dua hari sekali ada kiriman. Ini sudah kosong. Warga datang terus cari, kasihan ibu-ibu mau masak tidak ada gas,” keluhnya.

Di tengah kesulitan ini, timbul kecurigaan di kalangan masyarakat bahwa kelangkaan tersebut bukan sekadar masalah distribusi reguler. Sebagian warga menduga adanya praktik penyelewengan distribusi yang melibatkan oknum tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan pribadi di tengah tingginya permintaan.

​”Kami curiga ada permainan. Di pengecer harganya naik, di SPBU selalu kosong. Tolong pemerintah cek,” ujar salah seorang pengendara roda empat yang enggan disebutkan namanya.

Menyikapi situasi yang kian mendesak ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa, jajaran Polres Gowa, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera turun tangan melakukan investigasi lapangan. Pengawasan yang lebih ketat dinilai mendesak agar kuota subsidi energi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan sepihak.

​Selain mengharapkan langkah cepat dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, masyarakat Kabupaten Gowa juga meminta agar pemerintah pusat turut mengambil kebijakan antisipatif guna mencegah krisis energi bersubsidi ini meluas dan berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun konfirmasi lanjutan dari pihak Pemerintah Kabupaten Gowa maupun Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel terkait akar permasalahan kelangkaan tiga komoditas subsidi tersebut. Redaksi akan terus memperbarui informasi seiring dengan masuknya keterangan resmi dari instansi terkait.

​Laporan: Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List