Pejabat Dinas Pertanian Gowa Kompak Menghindar Saat Dikonfirmasi Soal Rimba Bantuan Alsintan Traktor 4-Tak

GOWA | POROSRAKYATNEWS.ID – Transparansi penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Kabupaten Gowa kini menjadi sorotan tajam. Meski Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menggelontorkan anggaran fantastis bernilai puluhan miliar rupiah, keberadaan fisik sejumlah bantuan tersebut di lapangan mulai dipertanyakan oleh masyarakat dan kelompok tani.

​Berdasarkan data rilis resmi Humas Pemkab Gowa, pada 11 Oktober 2024 lalu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyerahkan langsung bantuan Alsintan senilai Rp 65,4 Miliar di Lapangan Pemuda Pattallassang. Secara rinci, bantuan tersebut mencakup:

• ​20 Unit Pompa Air
• ​20 Unit Traktor Roda Dua
• ​41 Unit Combine Harvester (Mesin Pemanen/Mobil Kumbang)
• ​Unit Traktor Roda Empat (4-Tak)
• ​Bibit Padi Inbrida (15.849 ha) & Jagung Hibrida (25.110 ha)

Meski seremoni penyerahan telah lama usai, sejumlah petani dan kelompok tani di Kabupaten Gowa mulai bersuara kelola transparansi penyaluran bantuan tersebut di tingkat Dinas Pertanian Kabupaten Gowa untuk tahun anggaran 2024–2025.

Sorotan utama masyarakat tertuju pada bantuan bernilai estetika tinggi seperti Combine Harvester (mobil kumbang) serta Traktor Roda Empat (4-Tak). Muncul dugaan miring di kalangan petani bahwa unit-unit strategis tersebut sengaja dialihkan atau dipindahtangankan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bukannya diserahkan kepada kelompok tani yang berhak.

​”Kami mendengar ada bantuan besar masuk ke Gowa lewat Dinas Pertanian, tapi kami di bawah bingung di mana barangnya sekarang. Terutama Combine Harvester dan traktor 4-tak, ini barang mahal dan sangat kami butuhkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Gowa dengan kontribusi mencapai 29,53% terhadap PDRB. Kehadiran Alsintan seharusnya menjadi solusi mekanisasi untuk menekan biaya produksi dan mempercepat masa panen demi kesejahteraan petani lokal.

Guna mendapatkan keberimbangan berita, awak media telah berulang kali mendatangi kantor Dinas Pertanian Kabupaten Gowa untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas maupun Kepala Bidang (Kabid) terkait. Sayangnya, upaya klarifikasi tersebut selalu menemui jalan buntu.

​Para pejabat berwenang terkesan kompak menghindar dan tidak pernah berada di tempat saat ingin ditemui.

​”Selalu katanya keluar ada acara di luar,” ucap salah seorang staf kantor Dinas Pertanian yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, sebelumnya menyatakan bahwa bantuan ini adalah angin segar bagi ketahanan pangan daerah. Namun, tanpa pengawasan ketat dan transparansi dalam distribusinya, bantuan pusat ini dikhawatirkan salah sasaran dan rawan disalahgunakan.

Sebelumnya diberitakan Dinas Pertanian Gowa Disorot, di mana rimba bantuan traktor 4-Tak dan Combine Harvester Tahun 2024. ​Dinas Pertanian Gowa diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi terkait keberadaan fisik bantuan traktor 4-tak dan combine harvester yang dipertanyakan ini.

Hingga berita ini diturunkan, detail mengenai lokasi penempatan unit traktor, pompa air, dan mesin panen tersebut masih belum terpublikasi secara terbuka. Masyarakat meminta dengan tegas agar Dinas Pertanian Kabupaten Gowa segera membuka data valid mengenai kelompok tani mana saja yang telah menerima bantuan secara resmi agar tidak timbul polemik dan prasangka negatif yang menggelinding liar di tengah publik.

​Laporan: Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List