TAKALAR | POROSRAKYATNEWS.ID – Menanggapi pemberitaan yang beredar di media terkait dugaan penyimpangan penyaluran BBM di SPBU 74.922.01 Tepo, Kabupaten Takalar, pihak manajemen akhirnya buka suara. Manajer SPBU Tepo memberikan klarifikasi guna meluruskan narasi yang menyebutkan adanya pihak yang dipersulit dalam penggunaan barcode resmi.
Manajemen SPBU Tepo menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan selama ini, khususnya kepada nelayan bernama Nompo, didasarkan pada kebijakan kemanusiaan, bukan karena adanya unsur kesengajaan untuk menghambat.
”Seharusnya, berdasarkan regulasi, Bapak Nompo melakukan pengambilan BBM di SPBU Kalabirang, bukan di SPBU Tepo. Namun, kami memberikan kebijakan khusus karena jarak tempuh yang sangat jauh dari wilayah operasional nelayan tersebut, yakni dari Lamang Kia, Tope Jawa menuju SPBU Kalabirang,” ujar manajer SPBU.
Penjelasan Mengenai Kuota Jerigen
Terkait dengan jumlah BBM yang diberikan, pihak SPBU menjelaskan bahwa mereka berupaya memenuhi kebutuhan nelayan tersebut dengan kuota yang dianggap cukup untuk operasional kapal.
”Untuk SPBU Tepo, kami memberikan kebijakan hingga 8 jerigen. Namun, karena Bapak Nompo merasa jumlah tersebut masih kurang, kami seringkali menambahkannya lagi agar operasionalnya tetap berjalan,” tambahnya.
Berdasarkan komunikasi yang terjalin dengan pihak nelayan, diketahui bahwa kebutuhan operasional kapal yang digunakan Nompo memang mencapai 16 jerigen. Pihak SPBU mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut di tengah keterbatasan operasional yang ada.
Komitmen Pelayanan Sesuai Aturan
Manajemen SPBU 74.922.01 Tepo menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas penyaluran BBM sesuai dengan koridor aturan yang berlaku, sembari tetap menjaga empati terhadap masyarakat lokal yang bergantung pada sektor perikanan.
Pihak SPBU berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang utuh kepada publik dan mengakhiri kesimpangsiuran informasi yang beredar, sehingga pelayanan di SPBU Tepo dapat terus berjalan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Takalar..
laporan : Bdm
























