Festival Kampung Nelayan Sumare Mamuju Jadi Model Pembangunan Pesisir Terpadu di Indonesia

MAMUJU | POROSRAKYATNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju sukses menghelat “Festival Nelayan Mamuju Keren” di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare. Ajang ini sekaligus menjadi penegasan atas capaian strategis Kabupaten Mamuju yang terpilih sebagai salah satu dari 65 lokasi pilot project Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I nasional oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Mamuju (Manakarra) ke-486, festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan upaya konkret Pemkab Mamuju melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, perlindungan hukum, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Festival ini menjadi “pusat layanan berjalan” dengan menghadirkan 10 pojok pelayanan terpadu yang dapat diakses masyarakat secara gratis, yakni:

1). ​Akses Legalitas & Hukum: Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan Informasi KNMP.

2). ​Pemberdayaan Ekonomi: Pojok Perbankan, akses pembiayaan, dan Informasi Koperasi Merah Putih.

3).​Kesejahteraan Nelayan: Pendaftaran Kartu KUSUKA dan Pojok BPJS Ketenagakerjaan.

4). ​Edukasi & Lingkungan: Pojok GEMARIKAN, Edukasi Perikanan, dan Konservasi Mangrove.

5). ​Promosi Produk: Pameran UMKM dan Hasil Olahan Perikanan.

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Komunitas Nelayan, hasil kolaborasi Dinas Kelautan dan Perikanan Mamuju dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Syafruddin DM, mengapresiasi inovasi Pemkab Mamuju yang berhasil memadukan aspek ekonomi, pelayanan publik, dan perlindungan hukum dalam satu kawasan. “Ini adalah model pembangunan pesisir yang sangat ideal dan patut dicontoh daerah lain,” ujarnya.

​Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, SH., MH., menekankan bahwa pihaknya ingin memastikan masyarakat pesisir merasakan dampak nyata dari kehadiran pemerintah.

​Kepala Kanwil Kemenkumham Sulbar, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya langkah ini. “Nelayan harus memperoleh kepastian hukum agar dapat menjalankan usahanya dengan tenang. Negara hadir memberikan pendampingan sejak proses perizinan hingga penyelesaian sengketa,” tegasnya.

​”Festival ini adalah strategi besar kami untuk menciptakan kawasan pesisir yang maju, mandiri, dan sejahtera. Kami ingin pelayanan yang mudah, cepat, dan berdampak langsung bagi peningkatan ekonomi nelayan,” ujar Yusuf.

Keberhasilan festival ini memperkuat posisi Kampung Nelayan Merah Putih Sumare sebagai pusat percontohan kawasan perikanan terpadu di Indonesia Timur. Dengan sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, perbankan, hingga akademisi—Pemkab Mamuju optimis kawasan ini akan menjadi penggerak utama ekonomi biru yang berkelanjutan bagi masyarakat Mamuju.

Laporan : Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List