MAKASSAR | POROSRAKYATNEWSMID – Ditengah dinamika pembangunan kota, Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali (LAPFS) Kerajaan Islam Kembar Gowa–Tallo Sulawesi Selatan kembali menegaskan posisi strategis Lapangan Karebosi sebagai kawasan cagar budaya dan warisan sejarah yang harus dilindungi.
Ketua DPP LAPFS Kerajaan Islam Kembar Gowa–Tallo, Andi Iskandar Esa Daeng Pasore, menyatakan bahwa komitmen lembaganya dalam mengawal kawasan Karebosi bukanlah hal baru. Sejak tahun 2007, LAPFS bersama jajaran laskar adat telah aktif menyuarakan penolakan terhadap berbagai kebijakan yang dianggap mengancam kelestarian sejarah dan fungsi Karebosi sebagai ruang terbuka hijau dan simbol budaya Kota Makassar.
“Karebosi bukan sekadar lapangan. Bagi kami, ini adalah situs yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Gowa dan Tallo. Tempat ini merupakan ruang berkumpulnya masyarakat dan para pejuang di masa lalu yang menyimpan nilai historis mendalam,” ujar Andi Iskandar dalam siaran persnya di Makassar, Kamis (2/7/2026).
Menyikapi polemik yang kerap muncul, terutama terkait status hukum lahan maupun klaim tanah adat, Andi Iskandar menekankan pentingnya transparansi. Pihaknya mendesak agar setiap kebijakan yang bersentuhan dengan kawasan bersejarah harus dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan berbasis pada dokumen sejarah yang sah serta mekanisme hukum yang berlaku.
”Kami tidak hanya bicara soal lahan, tetapi soal kehormatan adat. Setiap langkah yang diambil harus menghormati bukti-bukti sejarah dan dokumen autentik yang ada,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang menaungi 15 DPC LAPFS Kota Makassar, Garda LAPFS, dan Srikandi LAPFS, Andi Iskandar menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau dan menjaga situs-situs sejarah, makam leluhur, serta benteng-benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dari potensi kerusakan atau alih fungsi yang tidak tepat.
LAPFS mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Makassar, akademisi, hingga budayawan, untuk duduk bersama dalam semangat kolaborasi pelestarian.
“Kami mengajak semua pihak untuk memiliki visi yang sama: menjaga peninggalan sejarah demi generasi mendatang. Mari kita rawat identitas Kota Makassar agar tetap memiliki akar budaya yang kuat,” tutup Andi Iskandar.
LAPFS Kerajaan Islam Kembar Gowa–Tallo adalah lembaga adat yang berfokus pada pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, dan situs-situs peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo di Sulawesi Selatan, serta berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial demi kehormatan adat.
Laporan : Bdm
























