SIDRAP | POROSRAKYATNEWS.ID – Semangat gotong royong dan visi kepemimpinan yang menyatukan aspek spiritual serta kesejahteraan ekonomi terpancar jelas di Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Malik, desa ini bertransformasi menjadi role model pembangunan desa yang seimbang antara kesehatan fisik, kebahagiaan ekonomi, dan persiapan akhirat.
Menyongsong kegiatan besar yang melibatkan PKK, Abdul Malik menginstruksikan seluruh jajaran desa dan masyarakat untuk berkumpul di Taman Hatinya PKK dan Lapangan Merdeka Kalosi pada pagi hari (25/04/2026).
”Saya mengharapkan kehadiran kita semua tepat waktu, pukul 07.00 pagi. Ini adalah bentuk pengabdian kita. Terima kasih yang sebesar-besarnya bagi warga yang hadir di awal waktu, semoga setiap keringat kita bernilai ibadah,” ujar Abdul Malik saat memberikan arahan di Lapangan Sepak Bola Kalosi.
Salah satu warisan paling membekas dalam masa jabatannya adalah pembangunan masjid desa yang dilakukan secara swadaya. Abdul Malik mengisahkan bagaimana keyakinan mampu mengalahkan keterbatasan dana di awal pembangunan.
Masjid ini memiliki keunikan pada ukurannya yang mengambil filosofi Asmaul Husna, yakni lebar 9,9 meter (melambangkan 99 nama Allah). Hebatnya, pembangunan yang awalnya diragukan karena keterbatasan biaya ini rampung hanya dalam waktu 4 bulan berkat gotong royong masyarakat.
”Yang paling membuat saya merinding adalah melihat warga yang dulunya jarang ke masjid, sekarang rutin salat lima waktu berjamaah. Itulah kebahagiaan tertinggi saya sebagai pemimpin,” ungkapnya dengan nada terharu.
Sadar bahwa kepemimpinan nasional terus berganti—dari era Pak Harto hingga Presiden Jokowi—Abdul Malik menegaskan pentingnya kemandirian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia mencetuskan gerakan Gerbang Emas Desa Kalosi (Gerakan Pembangunan Elok, Maju, Adil, Sejahtera).
Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan doktrin pengabdian kepada staf dan masyarakat:
Tanamkan rasa cinta kepada desa.
Tumbuhkan rasa ikhlas dalam bekerja.
Jangan bertanya apa yang desa berikan kepada kita, tapi tanyalah apa yang telah kita berikan untuk desa tercinta.
Tiga Pilar: Sehat, Bahagia, Menuju Akhirat yang bertempat di Lapangan Merdeka Kalosi, Abdul Malik menjelaskan adanya kolaborasi tiga unsur utama untuk masyarakat yang hidup sehat dan eningkatan ekonomi dan kebahagiaan warga.
– Masjid: Sebagai jembatan menuju akhirat.
”Ini adalah kolaborasi dunia dan akhirat. Kita ingin sehat fisiknya, bahagia ekonominya, dan terjaga spiritualnya,” tambahnya.
Memasuki tahun ke-7 masa jabatannya, Abdul Malik sempat berencana mengundurkan diri pada 31 Desember tahun lalu. Namun, niat tersebut urung dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan loyalitas kepada Bupati Sidrap yang ia juluki sebagai “Bupati Andalan”.
”Melihat perhatian Pak Bupati yang hadir langsung membuka Festival Desa Kalosi, saya memutuskan untuk bertahan dan berjuang menyelesaikan masa jabatan ini demi beliau dan demi masyarakat Kalosi. Semua mimpi ini hanya bisa terwujud atas izin Allah SWT,” tutupnya.
Penulis: Tim Liputan Desa
























