Rupiah Melemah, DKP Mamuju Kebut Tiga Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Nelayan

MAMUJU | POROSRAKYATNEWS.ID – Menghadapi tantangan ekonomi nasional akibat pelemahan nilai tukar rupiah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju mengambil langkah sigap. DKP Mamuju menjadikan situasi ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan serta menopang ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Plt. Kepala DKP Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, SH., MH., menegaskan bahwa meskipun pelemahan rupiah memicu kenaikan harga komoditas perikanan yang bergantung pada impor, hal ini justru menjadi peluang bagi produk perikanan domestik untuk tampil lebih kompetitif.

​”Kondisi ini adalah tantangan sekaligus peluang. Kami terus mendorong peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi lokal, serta penguatan kualitas produk perikanan daerah agar lebih berdaya saing,” ujar Muhammad Yusuf dalam keterangannya di Mamuju.

​Untuk memitigasi dampak ekonomi dan menjaga stabilitas pendapatan masyarakat pesisir, DKP Mamuju telah merancang tiga langkah konkret yang terukur:

1). ​Realisasi Kompensasi Nelayan: Memastikan nelayan yang terdampak kegiatan survei tiga dimensi di perairan Mamuju menerima kompensasi yang tepat sasaran. Dana ini diarahkan untuk menjadi modal usaha produktif bagi para nelayan.

2). ​Akselerasi Bantuan Sarana Prasarana (Pokir DPRD): DKP Mamuju akan segera menyalurkan bantuan berupa alat tangkap, mesin katinting, dan mesin kapal kepada kelompok nelayan. Bantuan yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Mamuju ini bertujuan mendongkrak produktivitas di sektor hulu.

3). ​Perluasan Akses Pembiayaan & Pendampingan: Membangun sinergi lintas sektor dengan pihak perbankan guna mempermudah akses kredit usaha bagi nelayan, dibarengi dengan pendampingan manajemen usaha yang berkelanjutan.

Yusuf menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah pengembangan UMKM pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, UMKM adalah pilar paling efektif dalam memberikan nilai tambah bagi produk perikanan daerah di tengah perlambatan industri nasional.

​Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, legislatif, dan perbankan, sektor kelautan diyakini akan tetap menjadi backbone atau tulang punggung perekonomian di “Bumi Manakarra”.

​”Kami optimistis. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, nelayan Mamuju akan semakin mandiri, produktif, dan sejahtera meski di tengah tantangan ekonomi global,” pungkasnya penuh optimisme.

Laporan ; Bdm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Kategori List